AIPTKMI Gelar Munas ke VII di Bali, FKM UTU Masuk Kepengurusan Pusat
  • UTU News
  • 30. 11. 2019
  • 0
  • 231

MEULABOH, UTU - Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (AIPTKMI) menggelar Musyawarah Nasional ke-VII. Munas yang berlangsung di Harris Hotel Denpasar Bali, 25-27 November 2019.

MUNAS AIPTKMI VII yang mengangkat tema "Meningkatkan Kompetensi Lulusan Kesehatan Masyarakat Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” diikuti oleh seluruh pimpinan FKM dan Kepala Program Studi IKM se-Indonesia, termasuk Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar.

Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan Masayrakat (IKM) FKM UTU Fitrah Reynaldi, SKM, M.Kes kepada media UTU.News mengatakan bahwa FKM UTU konsisten mengikuti ajang kegiatan asosiasi, terlebih FKM UTU sudah menjadi anggota tetap AIPTKMI sejak beberapa tahun yang lalu.

Lanjutnya, selain pemilihan pengurus, Munas AIPTKMI juga menjadi ajang peningkatan kapasitas anggota institusi dalam penyelenggaraan mutu pendidikan dan penyebaran informasi terkini mengenai kondisi pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Munas ke-VII AIPTKMI 2019 menghasilkan kepemimpinan untuk periode 2019-2022. dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D terpilih kembali sebagai Ketua Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI).

Ada pun dewan pengawas terpilih adalah Prof. Dr. drg. Andi Zulkifli Abdullah, M.Kes (UNHAS), Prof. Asnawi Abdullah, BSc. PH., M.H.S.M., M.Sc., HPPF, DLSHTM dan P.h.D (UNMUHA) dan dr. Adang Bachtiar, MPH.,DS.c (UI). Sementara Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UTU masuk dalam komisi III kepengurusan AIPTKMI Pusat.

Dalam sambutannya, dr. Agustin mengatakan tahun ini, AIPTKMI memandang pentingnya mendorong institusi pendidikan tinggi kesehatan masyarakat dalam memanfaatkan revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui sistem pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring. Metode ini sudah diuji coba oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dirjen Dikti, sejak tahun 2014 dengan menggandeng 5 perguruan tinggi yaitu ITS, UGM, ITB, UI dan Universitas Bina Nusantara (Binus).

Lebih lanjut Dekan FKM UI itu menjelaskan awal mula berdirinya AIPTKMI dan manfaat menjadi anggota AIPTKMI. Asosiasi ini membantu institusi untuk mempersiapkan diri dalam Akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PT Kes) dan uji kompetensi lulusan FKM dan Prodi IKM. Harapannya dengan adanya uji kompetensi ini akan menghasilkan SDM Kesehatan Masyarakat yang mampu bersaing di dunia kerja dalam era globalisasi.

Dalam mempersiapkan SDM Kesehatan Masyarakat kita harus tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri. Institusi pendidikan tinggi kesehatan masyarakat harus mempersiapkan diri untuk menerapkan Kurikulum Pendidikan Tinggi, mempersiapkan dosen yang berkompeten di bidangnya, serta mempersiapkan sarana dan prasarana perkuliahan. Hal ini semuanya akan berguna untuk mempersiapkan lulusan untuk uji kompetensi.

Ada 8 ukuran professional kompetensi kesmas yaitu: 1a. Monitor Status Kesmas, 1b. Diagnosis dan Investigasi, 2a. Mengembangkan dan kebijakan perencanaan, 2b. Implementasi Program, 3. Kemampuan komunikasi secara efektif, 4. Pemahaman budaya setempat, 5. Pemberdayaan Masyarakat, 6. Penguasaan Dasar IKM, 7. Perencanaan keuangan dan keterampilan manajemen, 8. Memimpin dan berpikir sistem. (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :