Dosen FPIK UTU Ekspos Kegiatan Pengabdian Masyarakat  di Teupah Barat Kabupaten Simeulue
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
  • 30. 11. 2019
  • 0
  • 123

FPIK-UTU. Sebagaimana diamanatkan Undang - undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang pendidik yang profesional dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, namun karena itu dosen muda FPIK UTU melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyarakat di Teupah Barat Kabupaten Simeulue.

Kamis, 28 Nopember 2019. Dr. M. Rizal, S.Pi., M.Si, merupakan Dosen FPIK – UTU yang melakukan ekspos kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dikabupaten Simeulue tepatya di Teupah Barat, dengan tema “Pemberdayaan Nelayan Melalui Antraktor Cumi-Cumi Yang Ramah Lingkungan Dan Bertanggungjawab”, kegiatan ini juga diikutsertakan 4 orang mahasiswa antara lain : Ilham Muryanto, Syahrul Muhhaaram, Dafliamansyah H, dan Setiadi M Noor. Ketua Penelitian Dosen Muda (PDM), Farah Diana, S.Pi., M.Si menyatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai rasa tanggung jawab seorang pendidik dalam memberikan ilmu kepada masyarakat, kedepan di harapkan Pengabdian masyarakat ini yang terpenting adalah sasarannya tepat di masyarakatujarnya, (11/28) siang.

Setiadi M Noor (Mahasiswa Perikanan) juga menambahkan kegiatan pengabdian masyarakat ini benar-benar mampu membawa dampak yang baik dan pengaruh positif di masyarakat khususnya  kepada masyarakat kepulauan Simeulue dengan penelitian pemberdayaan nelayan melalui Antraktor Cumi-Cumi. Atraktor cumi-cumi ini dibuat dengan kontruksi yang sangat sederhana, yaitu berbentuk seperti kotak persegi dengan diameter 100 cm dan tinggi 30 cm, dibuat dari bahan bambu diikat dengan menggunakan kawat  yang dilengkapi dengan untaian tali ijuk, untaian tali-tali ijuk yang dipasang pada bagian dalam dan luar atraktor ini berfungsi sebagai tempat cumi-cumi menempelkan telurnya. Lokasi pemilihan pemasangan atraktor ini ditentukan bersama Panglima Laot Simeulue dan nelayan setempat  dengan  pemasangan di  dalam  perairan dilakukan secara  sistem  rangkaian  yang panjang, dimana satu lokasi  dapat  dapat  terdiri dari  sepuluh atraktor dengan jarak antar atraktor 5 m.

Dr. Muhammad Rizal,M.Si Menjelaskan, “Kegiatan ini disambut baik oleh para masyarakat nelayan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, sengaja kami lakukan dikepulauan sesuai dengan habitat cumi-cumi yang dimana nantinya dapat menjadikan sumberdaya hayati yang baik dan sustainable,” paparnya.

Sementara itu Edirman Badai selaku dari ketua mitra nelayan kecamatan Teupah Barat, menyampaikan “kegiatan ini sangat baik dilakukan, menjadikan pengetahuan terhadap masyarakat nelayan  terhadap antraktor cumi-cumi, semoga kedepannya bisa dijalankan dengan baik”.

Selama ini kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan secara berkelompok dalam pelaksanaan penelitian dosen muda pembiayaan dana hibah pengabdian masyarakat dari Kampus Universitas Teuku Umar, [SM].

Komentar :

Lainnya :