Gandeng PKK Desa, Dosen UTU Turun Tangan Bantu Korban Banjir Rob
  • UTU News
  • 14. 07. 2020
  • 0
  • 516

MEULABOH - UTU | Dalam beberapa hari terakhir masyarakat Aceh Barat mengalami keprihatinan dengan adanya musibah banjir rob yang mengakibatkan ratusan rumah tergenang air laut. Wilayah yang terdampak banjir rob ini diantaranya Desa Kampung Belakang, Kampung Pasir, Suak Ribe dan beberapa desa lain yang letaknya berbatasan langsung dengan samudera hindia.

Sebagian besar masyarakat yang terdampak mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat musibah ini, mereka juga kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari seperti menyiapkan makanan sehingga balita yang merupakan kelompok umur penting rawan mengalami masalah gizi.

Menyikapi hal tersebut beberapa Dosen, tenaga pendidikan, mahasiswa KKN tematik UTU menginisisasi dan melaksanakan pengabdian masyarakat berupa kegiatan Dapu Gizi Bohatee. Dapu Gizi Bohatee ini merupakan kegiatan menyiapkan makanan sarat gizi untuk balita dan membagikan langsung kepada kelompok sasaran yaitu anak balita (bawah lima tahun).

Arfah Husna, SKM, M.Kes selaku salah satu inisiator kegiatan ini menyebutkan bahwa kegiatan dilakukan di Desa Kampong Belakang, menggunakan tenda yang disediakan masyarakat, dibantu ibu-ibu PKK setempat, panitia kegiatan berhasil menyediakan kanji rumi (bubur ayam) sebanyak 150 porsi.

“Masyarakat yang memiliki balita juga kami haruskan membawa wadah sendiri sebagai bagian dari menjaga komitmen UTU untuk penggunaan less plastic”, lanjutnya. Kegiatan juga dilaksanakan di Kampung Pasir dimana panitia kegiatan menyediakan menu bubur kacang hijau, beras dan jagung.

Sukma Elida, SKM., M.Kes menambahkan “Tekhnis pembagian bubur dilakukan dengan berkeliling menggunakan motor sehingga menjangkau lorong-lorong yang agak sulit dilalui.”

Enda Silvia Puteri, SKM, M.Kes yang juga terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa ”dana kegiatan ini merupakan dana urunan mandiri dan Alhamdulillah dana yang terkumpul bisa membiayai kegiatan selama dua hari ini dan ucapan terima kasih kami kepada teman-teman yang telah membantu”. Kegiatan selama dua hari ini disambut antusias yang tinggi dari masyarakat dan harapan mereka kegiatan serupa dapat menjadi kegiatan rutin dilaksanakan di desa mereka. (Firman Parlindungan).

Komentar :

Lainnya :