Ketua BEM FPIK UTU  Menjadi Narasumber (KORI-B) Lebak Banten
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
  • 05. 06. 2020
  • 0
  • 524

MEULABOHUTU, Kamis 04 Juni 2020. Limbah pada dasarnya adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber aktivitas manusia maupun proses alam dan belum mempunyai nilai ekonomis, bahkan dapat mempunyai nilai ekonomi negatif karena penanganan untuk membuang atau membersihkan memerlukan biaya yang cukup besar disamping dapat mencemari lingkungan. Dalam Upaya meningkatkan daerah bersumber pada ekonomi kreatif dengan memnfaatkan limbah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun ditemhah Pandemi Covid-19 mempengaruhi dan mengubah banyak hal dalam kehidupan mahasiswa dalam perekonomian ekonomi masyarakat di dalam bidang perikanan. Aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan diluar rumah kini semua terpusat di rumah. Tentu ini bertahan dalam waktu yang lama dan menjadi kebiasaan baru.

 “Bebicara mengenai Perikanan, bearti berbicara mengenai ruang lingkup ikan dan mengenai satu sistem kesatuan bisnis perikanan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah, khususnya limbah yang akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka. Seharusnya semua masyarakat sadar akan bahayanya tersebut. Apalagi limbah ini dibuang begitu saja ke kolam pelabuhan perikanan, sehingga berdampak negatif bagi masyarakat, nah ini yang seharusnya dapat diubah menjadi dampak positif dengan melakukan recyching yang menguntungkan bagi masyarakat khususnya masyarakar Binangeun. Berdasarkan kondisi exsisting kurangnya kesadaran pengolahan, pemanfaatan dan pemahaman tentang limbah ikan yang dibuang melalui drainase Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun tercemar dan tidak Higienis lagi.” dalam penyampaian materinya. “

Dalam kesempatan kali ini, Pemateri juga mengajak kepada Pelajar, Mahasiswa, ataupun Pemuda masyarakat Binuangeun untuk memiliki jiwa wirausahawan sehingga peningkatan ekonomi masyarakat meningkat. “Binuangeun Lebak, merupakan salah satu daerah yang prospek kedepan untuk dikembangkan, hal ini dikarenakan daerah ini banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing dengan konsep wisata pantai unggulan. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan kondisi ini, diperlukan tempat pusat buah tangan berupa aneka cindera mata sebagai salah satunya produk dari hasil limbah TPI Binuangeun yang diolah dengan konsep manual sehingga menghasilkan produk yang menarik untuk dipasarkan.” Lanjutnya..

Dalam hal ini tidak menutup kemungkinanan untuk tetap diskusi publik dengan cara daring. Ketua BEM FPIK UTU diminta menjadi Narasumber Secara Daring melalui Apk. Live Instagram, Live Facebook dan dibagikan melalui Youtube dalam akun resmi di Komunitas Remaja Islam Binuageun (KORI-B) Lebak, Banten dengan Tema : “Pemanfaatan Limbah Ikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun” Pada sore tanggal 04 Juni 2020, Podcast atau Talkshow yang diselenggarakan secara online ini menghadirkan pemateri Setiadi M Noor yang juga sebagai Founder Rumoh Kreatif FPIK UTU. Hal ini juga menyampaikan sesuai dengan pencapaian yang diraihnya selama berkuliah dan sukses di berbagai bidang kewirausahaan, salah satunya Meraih Juara 3 UTU AWARDS Nasional dan Malaysia Bidang Perencanaan Bisnis, Lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Kewirausahaan “RUMOH KREATIVITAS” Tas Plastik Limbah Sisik Ikan – Recycling Limbah TPI Barsela – ACEH, Penulis Kisah Inspiratif Nasional. (Buku Terpilih dengan judul PERJUANGAN ANAK NELAYAN DEMI PENDIDIKAN”) dan berbagai Event-event nasional lainnya yang berhasil membawanya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Teuku Umar Tahun 2019.

Mengingat pandemi Covid-19 bergerak dengan cepat dan menyebar melalui satu manusia ke manusia lain maka, kegiatan seminar pasti tidak bisa dilakukan. Kegiatan seminar identik dengan mengumpulkan banyak orang, tentu tidak bisa dilaksanakan selama pandemi ini berlangsung, dalam penyampaian materinya, Setiadi M Noor. Founder Komunitas Remaja Islam Binuageun (KORI-B) Lebak Banten Dede Ruslan mengatakan bahwa, upaya memberikan diskusi secara virtual ini dapat memberikan kotribusi penuh terhadap desanya dalam kemajuan ekonomi masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

“Setelah progam ini dijalankan dengan baik kedepannya semoga dapat terlaksanakan dengan baik, karena kita disini sama-sama belajar sesuai dengan motto kami bahwa Jika Tak Sanggup Menahan perihnya Belajar maka harus siap menanggung perihnya kebodohan ,” ujar Founder yang juga selaku CEO Komunitas Remaja Islam Binuageun (KORI-B) Lebak, Banten. Sementara Daniawati selaku moderator, dan juga Member Of Komunitas Remaja Islam Binuageun (KORI-B) Lebak, Banten menyampaikan turut kebanggaannya dalam hal ini bisa menjadi moderator dalam hal ini yang diharapkan nantiya kegiatan selanjutakan akan tetap dilaksanakan.

Komentar :

Lainnya :