PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DAN PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSI
  • Prodi Ekonomi Pembangunan
  • 12. 06. 2022
  • 0
  • 398

oleh : Syahril, Helmi Noviar, Saiful Badli, M. Nasir, Jalaluddin, Zulbaidi

Topik: Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Perkebunan Sawit dan Strategi Penyelesaian Sengketa Tanah Masyarakat dengan HGU Perusahaan Perkebunan

 

Tim Pengabdian Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Teuku Umar melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Teupin Panah Kecamatan Kawai XVI. Tim pengabdian dengan Narasumber Utama Dr. Saiful Badli, S.E., M.Si. dan Jalaluddin, S.H., M.H. Masing-masing narasumber menyampaikan sub-topik terkait Strategi Penyelesaian dari aspek hukum dan ekonomi. Kegiatan dilakukan secara sarasehan dengan diskusi yang menarik dan konstruktif di areal perkebunan yang sejuk. Diskusi ini dihadiri seluruh komponen perangkat desa dari Keuchik, mantan Keuchik, Tuha Peut, ketua pemuda, dan masyarakat terutama dari pekebun sawit dari desa tersebut. Pemaparan dibuka oleh Dr. Syahril, S.E., M.Si (Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi-Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan). Dalam penyampaian, beliau menyebutkan pentingnya penyelesaian sengketa tanah perkebunan Sawit dengan HGU Perusahaan Perkebunan Sawit dalam menjamin kelangsungan kesejahteraan rumah tangga, terutama pekebun sawit rakyat di Desa Teupin Panah Kecamatan Kawai XVI. Oleh karena itu, dilanjutkan Dr. Syahril bahwa maksud dan kedatangan tim merupakan bagian penting dalam proses sosialasi hukum dan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Selanjutnya, sambutan dan pengenalan kampus Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan yang menyampaikan pengenalan kampus UTU dan pentingnya proses dukasi dalam memepersiapkan generasi yang kompetitif.

Selanjutnya, sambutan dan pengenalan kampus Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan yang menyampaikan pengenalan kampus UTU dan pentingnya proses dukasi dalam memepersiapkan generasi yang kompetitif.

Pada sesi acara utama, materi pengabdian diawali dengan pemaparan pemberdayaan ekonomi masyakarat di Desa Teupin Panah, oleh Dr. Saiful Badli, SE., M.Si. Dalam paparannya disampaikan pentingnya kelembagaan koperasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Prinsip-prinsip koperasi hendaknya diberdayakan kembali, terutama dalam pembinaan dan kekompakan. Selain itu perlunya inovasi dan ide kreatif sebagai alternatif dalam menciptakan mata pencaharian masyarakat penting untuk dilakukan. Sebelum masuk pada narasumber berikutnya Ketua ICMI Aceh Barat Zulbaidi, M.M. dalam penyampaiannya potensi desa Teupin Panah dalam memberikan kontribusi nilai ekonomi dari sektor pertanian, terutama di subsector perkebunan sawit. Sub Sektor ini merupakan mata pencaharian utama di desa ini, sekaligus sebagai penopang kehidupan masyarakat. Dalam penutupan sambutannya Zulbaidi yang juga merupakan kandididat doktor untuk terus menjalin kekompakan dan berkonsultasi ke berbagai pihak sebagai upaya mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi.

Pemaparan dari Aspek hukum oleh dosen Program Studi Ilmu Hukum Fakultas FISIP UTU Jalaluddin, S.H. M.H. Dalam paparannya beliau mensosialisasikan PP Nomor 18 Tahun 2021 serta kaitannya dengan regulasi-regulasi terkait. Selain itu beliau menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan keterlibatan komponen penegak hukum yang berkeadilan demi mencapai penyelesaian hukum terbaik. Begitu juga, falsafah dan proses penyelesaian hukum diawali dengan penyampaian pentingnya kesadaran hukum dalam menyelesaikan setiap masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Jalaluddin menyampaikan pentingnya pendekatan persuasif melalui mekanisme non litigasi dalam penyelesaian setiap sengketa/perkara- sebelum memasuki ranah penyelesaian secara litigasi. Hal ini tentunya bertujuan agar tercapainya win-win solution dari kedua belah pihak yang tentunya akan menguntungkan pihak-pihak yang bersengketa. Dalam pemaparannya Jalaluddin juga memberikan berbagai contoh kasus dan upaya penyelesaian yang pernah terjadi di tempat-tempat lain. Pada intinya proses mediasi dan pemahaman hukum merupakan elemen penting bagi pihak dalam upaya mendapatkan solusi dalam permasalahan sengketa agrarian di Desa Teupin Panah.

Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Teupin Panah Kecamatan Kawai XVI ditutup dengan tausiah dan pembacaan doa oleh Tgk. M. Nasir, S.Pd.I., MA., sehingga dengan harapan mendapatkan manfaat, solusi dan tentunya berkah Allah subhanahuuwata’ala. Aamiin. (Helmi.red)

 

Lainnya :