Universitas Teuku Umar Wisuda 682 Mahasiswa
  • UTU News
  • 17. 11. 2019
  • 0
  • 404

MEULABOH, UTU - Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menggelar wisuda untuk 682 sarjana strata satu (S1). Hajatan tahunan itu berlangsung Sabtu, 16 November 2019 di halaman kampus UTU, Alue Penyareng, Aceh Barat.

Upacara wisudda ke-10 ini dipimpin langsung oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA didampingi para Wakil Rektor, Dr. Alfizar, DAA; Dr. Ishak Hasan dan Dr. Mursyidin, MA. Selain itu hadir tamu istimewa yaitu Dato' Prof. Dr. Yahaya Ibrahim, Professor dari University Malaysia Terengganu, Malaysia  yang turut menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan wisudawan.

Profesi wisuda dimulai dengan pembacaan jumlah wisudawan, statistik kelulusan berdasarkan IPK dan penyebutan wisudawan terbaik (Terpuji) ditingkat Fakultas oleh masing-masing Dekan.

Prof. Jasman dalam pidatonya sebelum  ‘melantik’ para wisudawan menyampaikan,  sebanyak 681 orang lulusan UTU tahun 2019 diwisuda. Adapun fakultas yang paling banyak menghasilkan lulusan kali ini adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan jumlah lulusan sebanyak 211 orang disusul Fakultas Kesehatan Masyarakat sebanyak 139 . Kemudian Fakultas Pertanian 124, Fakultas Ekonomi 117 orang, Fakultas Teknik 48 lulusan dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebanyak 35 orang.

Prof. Jasman menyebutkan, secara keseluruhan lulusan UTU selama sepuluh kali wisuda, alumni UTU sudah mencapai 4.432 sarjana. Adapun rinciannya sebagai berikut, Alumni dari program studi Kesehatan Masyarakat sebanyak 1.226. Program studi Teknik Mesin sebanyak 108 orang, program studi Teknik Sipil sebanyak 267 orang. Program studi Teknik Industri sebanyak 70 orang. Sementara program studi Agribisnis sebanyak 371 orang dan program studi Agroteknologi sebayak 517 orang.

Dari Program studi Perikanan sebayak 285 orang. Program studi Ekonomi Pembangunan sebanyak 655 orang. Program studi Ilmu Administrasi Negara sebanyak 561 orang, Prodi Sosiologi sebayak 211 orang dan yang terakhir prodi Ilmu Komunikasi sebanyak 161 orang. “Lulusan sarjana itu merupakan salah satu wujud dan bentuk tanggungjawab UTU kepada bangsa dan Negara, sekaligus wujud karya UTU”, ujar Prof. Jasman. 

Ditinjau dari segi katagori kelulusan dapat disampaikan bahwa, lebih separuh (373  orang) diantaranya lulus dengan kategori predikat sangat memuaskan(54,77%). Sementara itu, katagori dengan predikat Cumlaude sebanyak 160 orang (23,49 %), dan yang lulus dengan katagori predikat memuaskan sebanyak 149 orang atau 21,88 %.

“Bagi yang memiliki IPK tertinggi, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya. Cumlaude ini menjadi modal dasar bagi masa depan Anda. Namun, IPK tinggi tidak menjamin meraih kesuksesan dalam kehidupan nyata”, ujar Prof. Jasman.

Rektor Prof. Jasman berharap para lulusan UTU dapat berkiprah di masyarakat dengan tetap mengedepankan integritas seorang sarjana serta semangat entrepreneurship sebagai wujud kepahlawanan Teuku Umar pada masa kekinian. “Andai UTU adalah busur, maka kalian para alumni adalah anak panah yang meluncur dengan nama UTU pada dirimu. Ya, kalian adalah duta UTU. Untuk itu, kami titipkan nama UTU padamu,” katanya.

Karenanya, nilai-nilai kejujuran, kebenaran, keadilan, dan kejuangan seharusnya telah tertanam pada diri saudara. Sebagai cerminan dari itu, apabila digabung dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan semangat entrepreneurship adalah wujud kepahlawanan Teuku Umar pada masa kekinian. Lanjut Prof. Jasman.

Rektor juga mengingatkan kepada para sarjana untuk lebih kreative menghadapi tantangan di era industri 4.0, karena di zaman ini perkembangan teknologi begitu pesat. Teknologi bukan lagi sekedar alat untuk membantu manusia sehingga dalam bekerja lebih efisien dan efektif, tetapi justru teknogi kini telah menggantikan posisi manusia. Jutaan karyawan bank di dunia ini telah kehilangan pekerjaannya disebabkan oleh hadirnya teknologi dalam proses transaksi di perbankan, misalnya mesin ATM, online banking dan mobile banking. Hebatnya lagi kehadiran teknologi informatika di industri perbankan ini jauh lebih efisien dan efektif.

Sarjana yang siap berkembang adalah sarjana yang kreatif dan inovatif. Ianya tidak hanya berjuang untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi cenderung berusaha menciptakan pekerjaan dan tentu dengan demikian lapangan kerja, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. (Aduwina / Humas UTU).

Lainnya :