UTU Gelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2019
  • UTU News
  • 25. 11. 2019
  • 0
  • 271

MEULABOH, UTU - Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019, di halaman Gedung Rektorat, Kampus UTU, Senin (25/11). Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Rektor II bidang Keuangan yaitu Dr. Ishak Hasan, M.Si dan pemimpin upacara Agus Supriadi serta diikuti oleh seluruh sivitas akademika Universitas Teuku Umar.

Dalam upacara tersebut pembina upacara membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. Sebelum membacakan Amanat Menteri, Warek II menyampaikan permohonan maaf dari Rektor yang tidak bisa hadir oleh karena dinas ke luar Negeri (memimpin rombongan Dosen UTU mengikuti Konferensi Internasional di University Putra Malaysia).

Upacara kali ini mengambil tema “Guru Penggerak Indonesia Maju”. Seperti dalam pidato Mendikbud bahwa tugas Guru merupakan tugas yang paling mulia sekaligus tugas yang paling sulit. Oleh sebab itu, Guru memegang peranan penting dalam dunia pendidikan, karena Guru adalah tonggak pendidikan.

“Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.” terang Nadiem

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pidato Mendikbud kali ini lebih mengacu pada kondisi nyata di lapangan, salah satunya yakni terkait kurikulum yang menjadi pengekang guru untuk berinovasi dalam mengembangkan karakteristik siswanya. “Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi".

Lewat pidato tertulis, Mendikbud juga mengajak agar para guru di seluruh Indonesia dapat membuat perubahan, mulai dari kelas, dan bersama dengan anak-anak didiknya.

Besok di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan

“Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia pasti akan bergerak. Selamat hari Guru.”

Di akhir pembacaan pidato Mendikbud, Ishak Hasan juga mengajak segenap sivitas akademika UTU untuk merenungi sambutan yang sebelumnya dibacakan.

“Kita Renungkan, karena nampaknya kita dituntut berani berkreasi, berinovasi, dan berkolaborasi, sehingga mampu beradaptasi dengan era industri 4.0, bahkan bersiap-siap menghadapi era Industri 5.0, mudah-mudahan kita tidak di zona nyaman, tapi harus berani bergerak, berani berkreasi dan berinovasi untuk mencapai Visi UTU menjadi kampus sumber Inspirasi dan Referensi". Tutupnya. (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :